Senin, 25 Juni 2012

Jenis - Jenis Gangguan Phobia Yang Fatal

Gangguan-gangguan Phobia Yang Paling Fatal
Ada banyak jenis gangguan phobia, mulai dari yang ringan, aneh dan terdengar konyol sampai yang benar-benar fatal dan berpotensi merusak kualitas hidup penderitanya.
Setiap orang pasti memiliki rasa takut tertentu akan sesuatu, yang jenis dan intensitasnya tentu saja berbeda-beda dan bervariasi. Dalam taraf yang cukup tinggi, rasa takut ini menjelma menjadi apa yang disebut gangguan phobia. Ada banyak jenis phobia yang telah diketahui seperti agoraphobia yaitu rasa takut akan ruang terbuka dan berada di tempat ramai, atau thanatophobia yaitu rasa takut akan kematian. Ada juga jenis phobia yang tergolong sangat aneh dan konyol seperti arachibutyrophobia yaitu rasa takut akan "selai kacang yang menempel di langit-langit mulut".
Di artikel berikut akan kita bahasa jenis-jenis phobia yang bersifat sangat fatal, dengan kata lain jenis-jenis phobia yang bersifat fundamental dan berpotensi merusak kualitas hidup penderitanya hingga ke taraf ekstrim. Walaupun akan terdengar aneh, harap diingat bahwa di luar sana memang benar-benar ada sesama kita yang menderita phobia ini. Dengan mengetahui jenis-jenis phobia ini diharapkan kita akan turut dapat merasakan dan bersimpati kepada mereka. Mari kita lihat satu per satu.
 
A. Ambulophobia
Rasa takut untuk berjalan atau berdiri.
Ambulophobia
  1. Bayangkan jika hanya dengan berjalan atau berdiri saja membuat seseorang takut. Jelas penderita ambulophobia tidak akan dapat hidup normal, tidak setiap saat mereka dapat bepergian dengan menggunakan kursi roda elektrik. Sayangnya hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu membuat manusia dapat terbang melayang dengan sendirinya untuk berpindah tempat. Penderita phobia ini tidak akan dapat menghindar untuk berhadapan dengan rasa takutnya setiap hari.
    Gejala/simptom dari ambulophobia bisa bermacam-macam, biasanya mencakup rentang nafas yang pendek, berkeringat, rasa mual, pusing, gemetar, hingga rasa panik. Sedangkan penyebabnya biasanya dapat ditelusuri karena pengalaman cidera atau luka fisik seperti cidera pada kaki, radang sendi (arthritis) atau masalah-masalah medis lain yang menyebabkan penderitanya merasakan sakit saat berjalan.
  2. Decidophobia
    Rasa takut untuk mengambil keputusan.
    Decidophobia
    Kata decidophobia pertama kali diucapkan oleh seorang filsuf dari Princeton University, New Jersey, Amerika Serikat, bernama Walter Kaufmann di tahun 1973 dalam bukunya berjudul Without Guilt and Justice. Secara teknis decidophobia didefinisikan sebagai "rasa kurang keberanian atau keinginan dari seseorang untuk memilih dari beberapa alternatif yang berbeda-beda untuk mengetahui kebenaran". Penderitanya cenderung untuk menyerahkan keputusan mana yang benar kepada pihak lain, biasanya adalah orang tua atau pasangan mereka. Atau bisa juga mereka menyerahkan keputusan kepada pemimpin keagamaan mereka atau partai politik favorit mereka, dalam skala yang lebih luas.
    Gejala decidophobia bervariasi antara satu penderita dengan penderita lainnya, antara lain mulut kering, susah bernafas, pusing, kejang otot, gemetar, jantung berdebar, bahkan hingga rasa terjebak di dalam sesuatu dan tidak dapat melarikan diri, juga kepanikan. Sedangkan penyebabnya biasanya karena si penderita pernah mengalami sesuatu yang traumatis dalam hidupnya yang berkaitan dengan mengambil keputusan. Sebagai contoh adalah seorang anak kecil yang secara konsisten dan terus-menerus dipaksa untuk menerima keputusan orang tuanya tentang suatu hal. Hal ini dapat memberikan dampak negatif terhadap psikologi si anak yang memungkin untuk berkembang menjadi decidophobia.
    1.  Epistemophobia (Gnosiophobia)
      Rasa takut akan ilmu pengetahuan.
      Epistemophobia (Gnosiophobia)
      Epistemophobia atau sering juga disebut gnosiophobia, rasa takut untuk belajar dan ilmu pengetahuan, menyebabkan penderitanya tidak dapat belajar hal-hal baru kecuali bagi mereka yang mau melawan tasa takut tersebut dengan memaksakan dirinya menerima hal baru. Bahkan dengan melakukan hal tersebut saja sudah akan mempersulit mereka dalam menerima hal baru tersebut.
      Gejala epistemophobia bervariasi antara tiap orang dan tergantung dari intensitasnya, antara lain meliputi rasa gugup dan takut, juga gejala-gejala kepanikan yang umum seperti jantung berdebar, susah berkata-kata, gemetar, susah bernafas, dan lain-lain. Penyebab epistemophobia dapat berasal dari faktor luar tubuh (external events) yang traumatis, dan juga dapat berasal dari faktor dalam diri atau genetis (heredity/genetic factors).
    2. Cibophobia
      Rasa takut akan makanan.
      Cibophobia
      Cibophobia atau rasa takut akan makanan adalah jenis phobia yang sangat kompleks dan dapat dengan cepat berkembang menjadi sebuah bentuk obsesi. Cibophobia seringkali disalahpahami dan dicampuradukkan dengan anorexia, sebuah gangguan dalam kebiasaan makan. Perbedaan utamanya adalah pada anorexia, penderitanya memiliki rasa takut dan kecemasan akan akibat dari makanan yang ia makan terhadap tubuhnya. Sedangkan cibophobia adalah rasa takut akan makanan itu sendiri.
      Gejala cibophobia termasuk yang paling sulit dikenali. Menghindari makanan adalah salah satu yang paling umum. Makanan-makanan yang terlihat agak menjijikkan seperti mayonaise dan susu adalah jenis makanan yang biasa ditakuti. Kebanyakan penderita cibophobia memiliki perhatian yang berlebihan akan tanggal kadaluarsa suatu makanan, seringkali dijumpai penderita cibophobia mengendus makanan dengan berlebihan walaupun makanan tersebut memiliki tanggal kadaluarsa yang masih jauh. Saat memasak, penderita cibophobia seringkali menunjukkan perilaku yang berlebihan seperti memasak makanan hingga gosong atau hangus. Gejala yang lain adalah menghindari restoran karena makanan di restoran diolah di luar kontrol mereka, menghindari makanan seafood jika sedang berada jauh dari laut karena takut tidak segar, atau membuang makanan yang masih bagus karena berpikiran makanan tersebut telah basi.
      Penyebab cibophobia belum dapat diketahui dengan pasti, namun beberapa ilmuwan memperkiran pengalaman traumatis di masa lalu dapat menyebabkan orang menderita cibophobia.
    3. Somniphobia (Hypnophobia)
    4. Rasa takut untuk tidur.
      Somniphobia (Hypnophobia)
      Somniphobia, ketakukan untuk tidur, dikatakan fatal karena dapat menyebabkan penderitanya mengalami kelelahan baik fisik dan mental. Gejalanya meliputi rasa panik yang melanda baik sebelum atau selama tidur. Penderita somniphobia seringkali berpikiran jika ia pergi tidur maka ia akan mati dan tidak akan terbangun lagi. Rasa takut ini mungkin saja tidak ada hubungannya dengan kondisi kesehatannya yang lain, selain tentu saja penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh kurang tidur seperti rasa lelah, kurangnya kesadaran, mudah teriritasi dan lain-lain.
      Penyebabnya juga dapat bermacam-macam, namun yang paling umum adalah mimpi buruk. Penderita somniphobia kebanyakan sering mengalami mimpi buruk yang datang secara terus-menerus dan menyebabkannya takut untuk pergi tidur.
    5. Acousticophobia
      Rasa takut yang aneh akan suara, termasuk suaranya sendiri.
      Acousticophobia
      Penderita acousticophobia merasa takut akan suara, baik segala jenis suara maupun satu jenis suara yang spesifik seperti suara teriakan, siulan, ledakan, gumaman dan lain-lain. Seperti kebanyakan phobia yang lain, acousticophobia memiliki gejala-gejala yang sama meliputi rasa cemas, gugup, gemetar, jantung berdebar dan lain-lain.
      Penyebab seseorang menderita bermacam-macam, dan seringkali bersifat unik antara satu penderita dengan penderita yang lainnya. Salah satu yang umum adalah disebabkan oleh kondisi mental penderitanya, banyak penderita schizophrenia didiagnosis juga menderita acousticophobia.
      1. Chronophobia
        Rasa takut akan bergulirnya waktu, atau rasa takut akan waktu.
        Chronophobia
        Rasa takut akan waktu atau chronophobia meliputi juga rasa takut akan segala konsep yang berhubungan dengan waktu, seperti masa lalu, masa sekarang dan masa depan. Dalam taraf ekstrim, penderitanya akan merasa takut hanya dengan mendengar seseorang berkata kepadanya kata-kata seperti "besok", "nanti", "kemarin", dan sebagainya. Suara detak jarum jam juga dapat mengganggunya.
        Gejala chronophobia dapat bersifat mental, emosional, dan fisikal. Rasa takut yang diakibatkan bervariasi mulai dari yang ringan sampai serangan kepanikan yang hebat. Penyebab chronophobia kebanyakan adalah akibat pengalaman buruk penderitanya di masa lalu, selain dapat juga disebabkan dari kondisi kejiwaan penderitanya.
      2. Counterphobia (Phobophilia)
        Rasa menyukai akan keadaan atau situasi yang menakutkan.
        Counterphobia (Phobophilia)
        Counterphobia didefinisikan sebagai rasa menyukai akan keadaaan atau situasi yang menakutkan. Terdengar sangat aneh memang karena berbeda dengan jenis gangguan phobia yang lain, definisi counterphobia justru dimulai dengan kata "suka". Jika para penderita phobia yang lain akan berusaha untuk menghindari obyek yang menjadi sumber ketakutan mereka, maka penderita counterphobia justru akan dengan aktif dan sengaja mencari sesuatu yang dapat membuatnya takut. Dalam kebanyakan kasus, rasa suka akan ketakutan ini merupakan manifestasi si penderita dalam usahanya untuk menaklukkan sesuatu yang mengganggunya.
        Penelitian tentang counterphobia juga menemukan bahwa rata-rata penderita counterphobia memiliki inteligensi tinggi, sangat mandiri, memiliki rasa percaya diri yang tinggi, dan stabil emosinya. Namun perlu diingat bahwa counterphobia adalah jenis gangguan yang sangat fatal karena penderita biasanya akan terperangkap dalam kondisi mental yang membingungkan antara "melawan atau menyerah". Seringkali dijumpai para penderita counterphobia mencoba untuk meloncat dari gedung yang tinggi tanpa pengaman, walaupun sebenarnya tidak bermaksud untuk bunuh diri namun akibatnya tentu bisa saja sama.
        Selain itu jika ditilik dari sudut psikologis, counterphobia merupakan sesuatu yang sangat kompleks dan rumit sehingga perlu penanganan yang teliti dan hati-hati. Banyak para ahli yang lebih menyukai istilah phobophilia yang secara harfiah berarti "rasa suka akan rasa takut".
      3. Phobophobia
      4. Rasa takut akan rasa takut itu sendiri.
        Phobophobia
        Phobophobia didefinisikan sebagai rasa takut akan rasa takut itu sendiri, atau lebih spesifik lagi adalah sensasi rasa takut yang timbul di dalam diri penderitanya tentang sesuatu yang membuatnya takut atau gelisah. Sumber masalah phobophobia kebanyakan berasal dari dalam diri penderita itu sendiri, karena rasa takutnya seringkali terlihat tidak beralasan dan bersifat semu.
        Penderita phobophobia juga memiliki rasa takut jika ternyata dirinya sendiri menderita phobia. Dengan kata lain, penderita phobophobia seringkali tidak sadar jika dirinya menderita phobia. Inilah sebabnya mengapa phobophobia digolongkan sebagai jenis phobia yang bersifat fatal, dan jika tidak ditangani dengan tepat rasa takut ini akan berkembang menjadi semakin bersifat permanen.
      5. Pantophobia
        Rasa takut akan segala hal.
        Pantophobia
        Telah cukup jelas dari definisinya betapa fatalnya jenis phobia ini. Sulit dibayangkan bagaimana menderitanya seseorang yang memiliki gangguan pantophobia di dalam dirinya. Sebuah sumber mendefinisikan pantophobia sebagai "rasa takut yang semu dan terus-menerus akan sesuatu yang tidak diketahui dan jahat". Pada taraf ekstrim penderitanya akan jatuh ke suatu kondisi kegilaan. Namun yang unik adalah seorang penderita pantophobia dapat saja menjalani hidup dengan normal dan bersosialisasi seperti biasa, namun tidak ada seorangpun yang tahu bahwa sebenarnya di dalam dirinya mengalami suatu ketakutan yang dia sendiri pun tidak tahu penyebabnya.
        Pantophobia sulit sekali dideteksi, dan proses penyembuhannya juga dapat memakan waktu bertahun-tahun karena penyebabnya bisa bermacam-macam.
      Penanganan (treatment)
      Demikianlah daftar 10 jenis gangguan phobia yang paling fatal. Dengan mengetahuinya diharapkan kita dapat lebih sadar dan waspada akan gangguan phobia ini sehingga jika ada orang terdekat kita yang mengalaminya dapat dengan cepat diberikan pertolongan. Secara umum hampir semua jenis phobia memiliki gejala yang sama terutama berkaitan dengan kegelisahan antara lain rasa pusing, mual, gemetar, berkeringat hingga jantung berdebar. Namun perlu diingat bahwa penanganan phobia tidak dapat dilakukan secara general. Phobia adalah jenis gangguan mental yang bersifat spesifik terhadap penderitanya. Oleh karena itu penangannya pun bersifat eksklusif dan berbeda-beda antara satu penderita dengan penderita yang lain.
      Para ahli telah mengembangkan beberapa metode penyembuhan (treatment) terhadap phobia, yaitu antara lain:
      1. Hypnotherapy
        Hypnotherapy membantu penderita phobia dengan cara memrogram ulang alam bawah sadarnya. Hypnotherapy memiliki efek langsung dengan meminimalisir gejala-gejala phobia. Namun ada banyak orang yang kurang menyukai hypnotherapy karena ada rasa kehilangan kontrol akan dirinya sendiri dengan membiarkan orang lain meng-hypnotherapy dirinya.
        See video
        1. Neuro-Linguistic Programming (NLP)
          NLP pada dasarnya adalah sebuah studi dan praktek tentang bagaimana kita menciptakan realitas. Dari sudut pandang NLP, phobia adalah hasil dari cara penderitanya membentuk realitas yang salah. Treatment NLP bekerja dengan cara memrogram ulang bagaimana penderita phobia membangun kembali realitas.
          See video
        2. Energy Psychology
          Energy Psychology merupakan metode baru dan dianggap sangat efektif dan efisien untuk menangani phobia dengan permanen. Energy Psychology didasarkan teori dan praktek yang telah ada selama ribuan tahun sebagai sarana pengobatan tradisional. Sampai tingkat tertentu, energy psychology berkaitan erat dengan teknik pengobatan tradisional akupuntur, karena memiliki cara kerja yang mirip yaitu dengan cara mengaktifkan sistem energi manusia.
          See video

Minggu, 10 Juni 2012

ciri - ciri cowok buaya

Crocodile begitu sebutan bagi para cowok yang suka gonta-ganti pasangan seenaknya, sesuka hatinya dan semaunya, wanita hanya ibarat tempat berlabuh sementara saja, tak ada yang menjadi kepastian siapa yang sebenarnya dihatinya. Bahkan ia ia bisa saja menjadikan semua tak pasti.
Habis manis sepah dibuang begitulah semboyan yang ia yakini, bila wanita yang ia pikat sudah terlalu membosankan maka tak segan ia segera memutuskan. Tanpa perasaan, kejam, killer, dan serba tega. Tak berfikir apakah yang akan dirasakan wanita tersebut, bahkan tak kan mau peduli lagi denganya.
Sering gonta-ganti pasangan, itulah ciri has spesies mereka. Sering mengumbar janji, so pasti itu adalah senjata ampuh mereka. Satu keyakinan yang menjadi visi dan misi mereka ” Mudah mendapatkan juga mudah membuang “. So, bagi para kaum hawa berhati-hatilah jika menemui cowok seperti mereka dengan ciri-ciri sebagai berikut :
  • Mudah berpaling dari satu pilihan ke pilihan yang lain .
  • Sering bosan dengan pasangan yang ia punya .
  • Mudah memutuskan hubungan pacaran jika ia sudah merasa bosan dengan beribu alasan.
  • Mempunyai kepribadian ganda , dimana pada saat didepan pasangan ia akan bersikap yang paling baik namun di belakang ia seakan-akan menghianati pasanganya .
  • Mudah terpikat dengan kecantikan seorang wanita ,dan ia akan selalu ingin mendapatkanya walau ia sudah punya pacar .
  • Pada awalnya ia sangat sayang sama pasangan namun jika ia sudah mulai terpikat dengan orang lain maka ia akan menghindar dari pacarnya sedikit demi sedikit .
  • Selalu menutupi kesalahan dan mengelak pada kenyataan jika ia terbukti salah.
  • Sering janji – janji demi memikat korbanya namun janji itu hanya manis di mulut, dengan kata lain sering ingkar janji.
  • Tak akan betah mempertahankan hubungan, yach kalau dihitung mungkin cuma kuat beberapa bulan.
  • Agresif, ini termasuk sifat yang paling menonjol darinya.
  • Suka merayu dan ngegombal saat ia mulai beraksi mencari korban .
Harap berhati-hati bagi wanita yang merasa dirinya cantik dan seksi, karena sekarang sudah banyak buaya darat yang keluar dari sarangnya berkeliaran dimana-mana.

10 Tanda - Tanda Cowok Selingkuh

Cowok kalian mulai berubah?? jangan-jangan itu tanda-tanda dia selingkuh. walau mungkin pacar kamu pendiem n gag mungkin selingkuh, kemungkinan tersebut masih tetap ada. ibarat kucing dikasih dendeng daging, ya hu uh aja.
Marcella Bakur dan Raymon B Green dalam buku mereka, 180 Telltale Signs Hates Are Cheating and How to Catch Them, mengungkapkan 10 tanda emosional seseorang yang sedang berselingkuh.



1. Dia lebih perhatian dari biasanya.
Ini karena dia merasa bersalah sama kamu. Namun, perhatian tersebut perlahan-lahan akan berkurang dan akhirnya menghilang setelah perselingkuhan semakin dalam.

2. Dia mulai menghujani kamu dengan hadiah.
Sama seperti poin pertama, ini dilakukannya karena merasa bersalah telah menghianatimu. Dengan memberikan hadiah-hadiah itulah ia bisa mengatasi rasa bersalah.

3. Tingkah lakunya membuatmu merasa ada sesuatu yang tidak beres.
Percayailah instingmu. Tidak peduli dengan insting tersebut sama saja kamu “membutakan” diri dari kebenaran yang ada. Kamulah yang paling tahu kebiasaan, rutinitas, dan sikap-sikapnya sehari-hari. Jadi, curigalah bila semua itu berubah.

4. Dia mulai semakin sering memancing pertengkaran.
Ini adalah alasannya untuk marah dan pergi menemui kekasih gelapnya. Namun, bisa juga dilakukan karena perasaannya yang bercampur aduk setelah menghianatimu.

5. Selalu membicarakan kemungkinan hubungan kalian berdua berakhir.
Waspadalah jika dia mulai sering berkata, “Apa yang kamu lakukan jika hubungan kita berakhir? Atau, “Jika sesuatu terjadi pada kita berdua, saya akan selalu menyayangi kamu sebagai teman.” Asal kamu tahu, kalimat berandai-andainya itu karena ada orang lain yang akan menerimanya dengan senang hati begitu hubungan anda berdua berakhir.

6. Dia seperti kamu saat sedang mengalami PMS.
Dia tampak senang dan bersemangat ketika akan pergi keluar rumah sendirian, dan langsung lesu serta lemas saat berada di dekatmu.

7. Selera musiknya tiba-tiba berubah.
Karena jadi lebih sering mendengarkan musik kesukaan “sang pacar”, ia pun jadi ikut menyukai musik tersebut.

8. Harga dirinya rendah.
 Bukan berarti lalu dia pasti berselingkuh. Namun, orang-orang seperti ini umumnya cenderung mencari rasa aman dan umpan balik positif dari orang lain. Nah, salah satu cara mendapatkannya, ya, lewat perselingkuhan!

9. Dia terus-menerus mengkritik orang lain (lawan jenisnya).
Ini adalah usahanya untuk membuat kamu berpikir bahwa orang seperti itu bukanlah tipe favoritnya, walau sebenarnya diam-diam dia tertarik.

10. Dia jadi lebih sering memberi kritik pedas kepadamu.
Emosinya jadi lebih mudah terpancing terhadap komentarmu, bahkan komentar netral sekalipun.


Cobalah lakukan beberapa hal berikut :
  • Jika Anda yakin ia selingkuh, jangan mencoba memanasinya dengan ikut-ikutan berselingkuh. Cara ini justru menyatakan perang yang akan membuat Anda lebih terluka.
  • Dalam sebuah situasi yang tenang, katakan betapa Anda sangat menghargai kejujuran, dan Anda bisa mengungkapkan satu rahasia yang mungkin belum Anda ceritakan padanya. Hal ini untuk menunjukkan agar ia juga bisa jujur kepada Anda.
  • Dalam saat saat tertentu, selipkan perkataan bahwa Anda memercayainya, dan menghargai hubungan Anda dengannya. Rasa bersalah yang akan timbul membuat dia akan berpikir ulang tentang perselingkuhannya.
  • Jika semuanya sudah jelas, bahwa gelagat-gelagat tersebut menunjukkan bahwa dia berselingkuh, dan ia pun mengakuinya, bicarakan baik-baik dengan kepala dingin. Semua harus dipertimbangkan apakah ia memang layak dapat kesempatan kedua atau tidak.